Laman

Perhatian : para pengunjung di Larang Pencet / klik judul iklan yg bertentangan dengan SYARIAH ISLAM, harap maklum karena pemilik website tidak bisa mengontrol penuh tampilan iklan. .. terimakasih dan anda berkunjung di blogger tentang ternak / penangkaran, semoga kita semua selalu diberi keselamatan dan kesehatan oleh Alloh SWT. amin ya robbal alamin.

Cara Ternak Tledekan Pring Gunung Bakau Lokal Banyuwangi

Cara Ternak Tledekan Pring Gunung Bakau Lokal Banyuwangi atau jawa , intinya mau jenis sumatra sulawesi atau karimun jawa pada dasarnya kemungkinan sama dalam teknik dan setrategi dalam tip dan trik pada breading penangkaran Tledekan. Burung Sulingan / Tledekan (Cyornis) , merupakan salah satu burung berkicau yang di gemari di Indonesia. Burung Tledekan selain memiliki kicauan yang merdu juga memiliki gaya yang cukup eksotis untuk dinikmati ketika berbunyi..
Dengan kepala menghadap ke atas sembari nyeklik leher hingga ke belakang menjadikan penghobi burung kicauan sangat meminati jenis burung ini. Di Gresik tentulah terdapat penggemar mania burung tledekan tersebut dong. Bila perburuan penangkapan besar-besaran di Hutan Alam Liar pada burung Tledekan ini maka penangkaran merupakan salah satu solusi demi keberlangsungan pada burung tersebut. Dikarenakan aku penulis blogger http://caraternakburungberkicau.blogspot.com/     saat ini belum pernah mencoba ternak tledekan maka aku berusaha mencari artikel di internet untuk aku bagikan di sini sekaligus juga buat pembelajaran buat aku , siapa tahu di kemudian hari aku berhasil dalam ternak burung tledekan ini.
Ternak Tledekan Lokal fafi gresik
Gb. Burung Tledekan

Berikut ini beberapa informasi yg cukup penting dalam ternak burung tledekan

ukuran panjang 1,5 m, lebar 1,5 m, dan tinggi 2 m
Kotak sarang diisi dengan bahan-bahan sarang, seperti daun cemara kering dan jerami padi, dengan jumlah secukupnya.
menebarkan bahan sarang ke lantai sekaligus bertujuan untuk merangsang burung segera kawin dan bertelur.
kadar protein sedang, sekitar 12-18 persen.
tiga jenis EF, yaitu jangkrik, kroto, dan cacing tanah, yang dimasukkan dalam wadah berbeda. Ketiga EF ini juga harus selalu tersedia. Begitu habis, harus segera diisi dengan yang baru.
Induk betina akan menghasilkan 4-6 butir telur, yang akan dierami selama 12 hari
induk tledekan merawat anaknya selama 6-12 hari. Setelah itu, piyik diangkat bersama sarangnya ke sangkar terpisah, yang bagian atasnya diberi lampu bohlam 5 Watt sebagai penghangat.
Jika anak sudah dipanen, maka Anda harus kembali mengisi kotak sarang dengan bahan sarang seperti daun cemara kering dan jerami padi.
Bahan lolohan untuk anakan tledekan dapat diracik sendiri, dengan mencampurkan voer dan kroto, dan dibasahi dengan air hangat secukupnya.
Setelah itu, pada umur 20-25 hari, anakan tledekan sudah bisa makan sendiri, sehingga tidak perlu diloloh lagi. Burung bisa dipindah  ke sangkar masing-masing, di mana setiap sangkar hanya diisi seekor burung saja.
Untuk mempercepat perjodohan dan birahi bagi induk betina, Anda bisa mengganti voer dengan pelet ikan 781-2, diimbangi dengan pemberian ekstra fooding (jangkrik) dengan jumlah minimal 4-5 ekor pagi dan sore hari.
kandang penangkaran dengan panjang 150 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 190 cm (tidak diketahui mengapa tingginya harus 190 cm, mengapa tidak 2 meter sekalian).
Kandang dibuat dalam kondisi agak gelap dengan kelembaban yang cukup. Sebab, di habitat aslinya, tledekan sering bersarang di antara pohon / rimbunan semak dekat sumber air yang mengalir atau pada rimbun pepohonan bambu.
Untuk sarang bertelur, kita bisa menggunakan potongan bambu dengan lubang menghadap ke atas. Bisa juga menggunakan batok kelapa atau kayu dadap.

Bahan sarang bisa berupa ijuk aren. Jika bahan ini tidak tersedia, bisa diganti dengan bahan lain seperti serat nanas, rumput kering, serat kelapa, dan sebagainya.

Sebagian bahan sarang dimasukjan ke dalam tempat sarangnya, dan sebagian lagi dibiarkan tersebar di lantai kandang untuk memancing insting indukan menjelang bertelur. Di alam bebas, burung ini akan memungut bahan-bahan untuk menyusun sarang telur.
waktunya memasukkan induk betina terlebih dulu ke kandang penangkaran. Usahakan dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00-10.00.
untuk induk jantan biarkan dia tetap berada dalam sangkarnya, tetapi posisinya ditempelkan dekat dengan kandang penangkaran tersebut. Sesekali boleh juga digantung agak berjauhan dari kandang penangkaran.
Proses selanjutnya adalah menunggu hingga induk betina benar-benar birahi, sehingga mau membuat sarang dan bertelur dengan sendirinya. Dengan asupan gizi yang cukup, juga vitamin, burung betina akan lebih cepat birahi dan bertelur dengan sendirinya.

Jika induk betina sudah bertelur dan mengerami telurnya selama 5 hari, masukkan induk jantan ke kandang penangkaran (waktu ideal juga pagi, pukul 07.00-10.00). Apabila induk betina masih mau mengerami telurnya, itu menandakan proses penjodohan berhasil.

Biarkan hal ini berjalan selama beberapa hari (biasanya 7-10 hari). Ambil semua telurnya, lalu dibuang. Bukankah ini merupakan telur infertil  (gabuk, kosong), karena memang tidak dibuahi sel sperma dari induk jantan? Selain itu, kembalikan induk jantan ke dalam sangkar, dalam posisi berdekatan dengan kandang penangkaran.

Jika induk betina mulai birahi lagi, antara lain ditandai dengan aktivitas membuat sarang, induk jantan segera dimasukkan lagi ke kandang penangkaran, sampai terjadi proses perkawinan.

Selama berada di kandang penangkaran, kedua induk jangan diberikan ulat hongkong, karena dikhawatirkan bisa mengganggu proses birahi dan perkawinan. Apabila kedua induk tetap akur dalam kandang, berarti tinggal menunggu burung bertelur. Kali ini, telur yang dihasilkan sudah dibuahi sel sperma alias fertil.

Jika saat berantem burung jantan mengalah (kalah), maka porsi jangkrik bisa ditambah dan berikan 2-3 ekor ulat hongkong pada sore harinya.
betina mengalah (kalah). berarti porsi jangkrik untuk induk betina bisa ditambah sementara untuk jantan bisa dikurangi.

Treatmen ini terus dilakukan sampai si betina terlihat mulai membuat sarang, baru dicampur lagi dengan burung jantan.

ukuran tangkaran nya tidak tentu karena tidak ada patokan khusus tapi seiring dengan ada beberapa orang yang menangkarkan burung ini mungkin kebanyakan ukuran yang di pakai untuk tangkarannya biasanya lebar 1 meter , tinggi 2 meter , panjang 4 meter .biasanya burung ini di hutan dia bersarang di tempat yang agak gelap dan agak lembab yaituh di pohon bambu yang rimbun dekat dengan sumber air ( dekat dengan sungai ) kadang juga dibawah bekas pohon bambu yang tumbang mereka bersarang.
Untuk sarangnya dia bertelur kita bisa menggunakan injuk, sabut kelapa dan pucuk pohon pinus  sedangkan tempat ia bertelur kita bisa membuatnya dari potongan bambu yang menghadap ke atas dan juga kita bisa membuatnya dari coran semen yang menempel pada dinding , dan bahan sarang kita bisa tabur kan dibawah sebagaian lagi taburkan di dalam sarangnya untuk memancing burung kalau - kalau mereka mulai bertelur secara insting mereka akan memungutinya kedalam sarang sampai selesai membuat sarangnya.

Artikel :
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird
Cara Ternak Burung Murai Batu

sebelumnya kita harus siap kan sepasang tledekan jantan dan betina yg sudah cukup umur untuk breding,pejantan sehat,fisik sempurna,rajin bunyi ngerol panjang dan udah sering kali mengeluarkan gaya nyeklek nya..diutamakan pejantan yg jinak sedangkan btina sebaiknya yang sudah matang reproduksinya biasanya umur diatas 10 bulan,pilih tampilan fisik dan mental yg bagus serta karakter jinak agar bila nanti mengeram sudah biasa beradaptasi dengan lingkungan suasana rumah dan tenang.

kandang dari kawat ram ukuran p x l x t = 3 x1x 2 meter,ato bisa jg ukuran disesuaikan lokasi yang tersedia, lantai bawah diplester semen dilapisi tanah basah dan disediakan bak mandi kecil,pasir dan tanaman hidup agar meyerupai habitat alam, juga siapkan celah relung lobang ditembok samping kandang untuk media meletakan sarang untuk si tledekan denga posisi di atas pojok kandang,buat beberapa titik lokasi tempat sarang agar burung tl leluasa memilih yg paling cocok

pada tahap penjodohan ini jejerkan tl jantan dan betina dikandang terpisah, 2 hari pertama jarak agak jauh skitar 3 meter antara kedua calon pasangan tl ini. 2 hari berikutnya jarak dipersempit menjadi 1 meter,hari beikutnya ditempel rapat...setiap tahap dipantau tingkat kecocokan kedua burung,apabila ada saling ketertarikan maka didekatkan lebih dekat lg..ketertarikan tl jantan dan btina /prospek jodoh ditandai jantan dan betina saling mendekat dan saling merapat,bahkan saling mencumbu dan bersiul kecil merayu kadang betina meyahuti kicauan pejantan dengan nada lirih sembari "ngiwir" menggetarkan sayap dan ekornya....jika ini terjadi berarti ada prospek jodoh. jika kedua calon indukan tl tersebut saling serang dan gelisah maka proses penjodohan harus diulang dari awal proses.

Demikian point-point yang perlu dan kita pelajari seputar penangkaran dan diharapkan semoga kita semua bisa memetik keberhasilan yang berkah. postingan kali ini mengenai Cara Ternak Tledekan Pring Gunung Bakau Lokal Banyuwangi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar