Laman

Perhatian : para pengunjung di Larang Pencet / klik judul iklan yg bertentangan dengan SYARIAH ISLAM, harap maklum karena pemilik website tidak bisa mengontrol penuh tampilan iklan. .. terimakasih dan anda berkunjung di blogger tentang ternak / penangkaran, semoga kita semua selalu diberi keselamatan dan kesehatan oleh Alloh SWT. amin ya robbal alamin.

Cara Memindahkan Piyik Perkutut ke Puter

Cara Memindahkan Piyik Perkutut ke Puter merupakan bagian teknik rawat asuh diluar induk aslinya. Dengan memisahkan piyik perkutut ketika baru berumur seminggu maka si induk perkutut bebas tugas membesarkan piyik perkututnya dan bisa segera bertelur kembali. Sehingga produktivitas akan meningkat bisa 2 – 3 kali lipat dibanding dengan bila induk perkutut harus menunggu piyiknya sampai besar.
Bagaimana tip-tipsnya memindahkan piyik perkutut ke puter secara aman dan nyaman ?
Demikian tips berikut ini:
Tips pertama : perhatikan tanggal nelor perkutut anda dan tandai, semisal perkutut anda bertelur tanggal 1-9-09 nanti saat usia telor seminggu kisaran 9-01-15 siapkan puter anda, cari yang bertelor saat itu, kalo tidak ada yang bertelur taruh telur palsu disarangnya (biasanya langsung dierami), kenapa harus diperhatikan tanggal pengeramannya, karena di saat kita memindahkan piyik perkutut dari indukanya yang kurang lebih sudah berumur 1 minggu, puter merasa telur yang dieraminya sudah waktunya menetas (alaminya unggas 2 minggu) jadi tepat tgl 21/22-01-15 piyik perkutut anda sudah bisa dipindah ke puter.
Tips kedua: perhatikan cara memindah piyikan sebaiknya dilakukan sore hari setelah piyik diloloh induknya, dan bila menetas dua ekor sebaiknya pindah seekor dahulu kemudian pagi/siang/sore perhatikan apa puternya/babysisternya mau meloloh si piyik perkutut atau tidak, bila tidak cepat-cepatlah dikembalikan keinduknya lagi tetapi bila mau meloloh maka piyik perkutut seekor lagi boleh dimasukkan.

Artikel :
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Ternak Burung Murai Batu
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird
Cara Proses Ternak Burung Kenari

Tips ketiga: untuk makanan puter sebaiknya jumlahnya banyak dan bervariasi untuk menghindari sifat jenuh dari puter itu sendiri, dan usahakan setiap pagi dan sore biar sedikit mesti ditambah makanan, contoh makanan ideal untuk puter (milet, jewawut, kenari seed, milet merah, gabah bangkok, beras merah, ketan hitam, plus voor pedaging atau petarung atau voor burung berkicau)
Demikian sedikit tips memindahkan piyikan perkutut ke puter/baby sister, untuk jenisnya bisa puter apa saja, dan satu pasang puter bisa meloloh piyik perkutut mungkin sampai enam ekor.

Tips trik diatas kebetulan kudapat dari informasi internet dan kuutak atik sebagian dan semoga bermanfaat untuk kelangsungan budidaya burung berkicau dari kepunahan di Hutan Alam Raya, mohon maaf bila ada tips yang kurang berkenan alias salah maka mohon di tulis di kotak komentar untuk postingan kali ini mengenai seputar tentang Cara Memindahkan Piyik Perkutut ke Puter
Baca Selengkapnya..

Membesarkan Piyik Perkutut dg Induknya dan Puter

Membesarkan Piyik Perkutut dg Induknya dan Puter | Asuh Trotolan atau Anakan oleh Burung Lain dan dengan Induknya sendiri. Banyak cara yang dilakukan peternak perkutut guna mempercepat produksivitas ternak perkututnya, salah satu cara yang umum dilakukan yaitu dengan jalan memanfaatkan puter sebagai pengasuh/baby sitter, yang mana diketahui bahwa burung puter mau memberi makan/meloloh piyik perkutut yang notabene bukan anaknya sendiri. Pasangan induk puter akan memberi makan hingga piyik perkutut siap untuk dipisahkan

Piyik Perkutut milik Penangkar asal Gresik lokasi Lamongan
piyik perkutut milik penangkar asal Gresik, lokasi foto di Lamongan

Menggunakan induk Puter

Kita tentulah bisa menggunakan beberapa Puter untuk membesarkan piyik perkutut, biasanya piyik perkutut yang berumur 7-9 hari adalah saatnya dipasang ring pada salah satu atau kedua kakinya setelah diambil/dipisahkan dari induk Perkututnya.

Hal ini dilakukan agar induk Perkutut tidak dibebani untuk membesarkan/merawat anak-anak piyiknya, disamping tujuan utamanya agar si induk perkutut dalam waktu yang tidak terlalu lama ( biasanya sekitar 10 hari ) sudah bisa bertelor kembali. Dengan demikian siklus bertelor dan menetaskan anak piyiknya hanya membutuhkan sekitar 28 - 34 hari ( biasanya rata-rata 30 hari ) saja yaitu :
·        Mengerami telor                                  : 14 – 15  hari
·        Membesarkan anak                             :  7 – 9 hari
·        Proses perkawinan/bertelor lagi            :  7 – 10  hari
Berarti akan dapat mempercepat atau menambah produksinya per tahun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan kurang menguntungkan antara lain :
  • Perlu dipilih induk Puter yang sehat dan mempunyai sifat ke ibu an, sehingga dapat membesarkan dan merawat piyik perkutut dengan baik sampai pada waktunya untuk dipisahkan setelah berumur sekitar 35 – 40 hari ketika piyik-piyik tersebut sudah bisa makan sendiri.
  • Bila induk Puter tidak sehat, akan menular kepada piyik-piyik tersebut dan bila induk Puter kurang bisa merawat piyik-piyik dengan baik, akibatnya kebutuhan makanannya kurang diberikan dengan baik yang akan mengganggu pertumbuhan piyik-piyik tersebut. Apalagi kalau sampai tidak diberikan makan sama sekali pada waktu piyik masih berumur dibawah sebulan, maka piyik-piyik tersebut harus dibantu dengan diloloh oleh orang.
  • Demikian pula kandang indukan Puter yang relatif kecil dan sempit, sehingga piyik-piyik tersebut pada waktu berumur diatas 12 hari mulai belajar terbang sampai betul-betul bisa terbang kesana-kemari, tidak dapat dilakukan dengan sempurna dan akan berakibat tubuhnya kurang mendapatkan latihan yang juga dapat mempengaruhi “ power “ suaranya kurang keras.

Tetap bersama induk Perkutut

Pada waktu piyik-piyik perkutut berumur 7-9 hari setelah menetas, adalah saat yang tepat untuk memasang ring di salah satu atau kedua kakinya dan kemudian piyik-piyik tersebut dikembalikan lagi ke sarang induk Perkututnya.

Tugas membesarkan dan merawat sampai piyik-piyik berumur 35 – 40 hari saatnya dipisahkan dari induknya tetap dilakukan oleh induk Perkutut sendiri. Beberapa hal yang kurang menguntungkan antara lain :
  • Si induk memerlukan waktu membesarkan dan merawat piyik-piyiknya lebih lama sampai waktunya bertelor kembali yaitu sekitar 56 – 65 hari ketimbang menggunakan Puter yang hanya sekitar 30 hari saja, hal tersebut dapat dijelaskan sbb. :
-   Mengerami telornya                :  14 – 15 hari
-   Membesarkan anak piyiknya  :  35 – 40 hari
-   Proses perkawinan                  :    7 – 10 hari
Mungkin pernah terjadi ketika anak piyiknya masih berumur sebulan, si induk sudah mulai bercumbu alias birahi dan siap bertelor, maka yang perlu diperhatikan agar secepatnya si anak piyik diambil/dipisahkan dari induknya sebelum dihajar atau setidaknya dipatoki oleh induknya.
  • Karena waktu membesarkan dan merawat anak piyiknya lebih lama, maka kedua induknya mempunyai beban yang lebih berat dan juga proses produksi serta siklus bertelornya menjadi lama ( kurang produktif, kecuali memang ada yang sengaja menunda produktivitasnya ). Perlu diperhatikan dengan memberikannya tambahan makanan berupa vitamin seperti Vit-E, minyak ikan, B-Pleks, dan lain-lain.
Bagi pertumbuhan si piyik sebaliknya sangat menguntungkan, karena selain mendapatkan makanan langsung dari induknya yang pas dan sesuai dengan kebutuhannya, selama berada dibawah asuhan induknya sejak mulai bisa terbang dapat melakukan gerakan terbang kesana-kemari yang membuat tubuhnya sehat dan kokoh serta mentalnya lebih kuat. Yang juga perlu diperhatikan ketika saatnya mulai belajar terbang sekitar berumur 10 – 12 hari adalah saat kritis, sebab belum bisa terbang kembali keatas sarangnya terutama pada musin penghujan, maka setiap sore hari perlu diadakan pengecekan dan kalau ternyata berada dibawah/lantai, harus segera ditolong dan diambil serta diletakkan ke sarangnya kembali. Sebab bila tidak dilakukan akan bisa mati kedinginan atau dikerubung semut-semut dilantai.

Demikian beberapa hal yang cukup penting kita ketahui, dan tulisan artikel diatas
kudapat dari beberapa informasi di internet dan sedikit aku rubah dan mohon maaf bila ada yang salah pada postingan diatas mengenai hal berupa Membesarkan Piyik Perkutut dg Induknya dan Puter
Baca Selengkapnya..

Cara Merawat Piyik Perkutut dan Makanan

Cara Merawat Piyik Perkutut dan Makanan sangat penting dalam menunjang salah satu point dalam perkembangan trotolan / anakan itu sendiri. Seminggu setelah menetas dengan perkembangan wajar, anak perkutut umumnya tentulah sudah tumbuh besar. Sebagian besar tubuhnya sudah ditumbuhi bulu-bulu jarum. Pada umur ini, anak perkutut belum aktif bergerak. Organ-organ geraknya, sayap dan kaki, masih terlihat sangat lemah. Kakinya belum mampu mengangkat tubuh dan sayapnya belum bisa dikepak-kepakkan.
Pada umur sekitar sepuluh hari, mungkin ada yang melakukan pemasangan cincin pada kaki anak perkutut. Pemasangan dilakukan dengan cara memasukkan cincin pada tiga jari yang menghadap ke depan, lalu didorong ke belakang hingga melewati jari yang menghadap ke belakang. Setelah melewati jari yang menghadap ke belakang berarti cincin telah terpasang pada kaki perkutut. Jika pemasangan cincin terlambat, cincin akan susah terpasang karena kaki anak perkutut sudah tumbuh besar dan kaku.

Cara Merawat Piyik Perkutut dan Gresik
Sengingatku foto ini piyik perkutut kujepret di Lamongan
Setelah dipasangi cincin atau umur sepuluh  hari,  anak  perkutut  bisa tetap dipercayakan ke induknya sendiri   sepanjang   induknya tidak    menelantarkan    anak-anaknya atau dititipkan ke puter untuk   dibesarkan.   Dengan   dititipkannya anak perkutut ke puter, induk perkutut dapat segera bertelur lagi. Namun, jangan lupa untuk membuang bahan sarangnya dan mengganti bahan sarang yang baru seminggu kemudian. Anak perkutut akan diasuh oleh puter hingga mampu hidup sendiri.
Umur dua minggu bulu-bulu jarum mulai mengembang dan anak perkutut mulai berusaha keluar dari sarang. Pada umur ini, anak perkutut sering terlihat bertengger di tenggeran. Gerakannya menjadi semakin aktif, terutama saat lapar. Kakinya mulai bisa digunakan untuk melompat, sedangkan sayapnya mulai bisa dikepakkan.
Pada umur tiga minggu, anak perkutut mulai sering mengepak-ngepakkan sayap. Bulu-bulunya pun semakin sempurna menutup tubuh. Ketika lapar anak perkutut seumur ini akan mengejar induknya untuk minta suap. Sarang semakin sering ditinggalkan.
Umur empat minggu anak perkutut mulai bisa terbang meskipun belum sempurna. Selain bisa terbang, anak perkutut juga mulai bisa makan sendiri. Anak perkutut yang telah berumur empat minggu bisa dipisah dari induknya (disapih).

E     Menjaga Kesehatan Induk
Sangkar, pakan, dan air minum yang selalu terjaga kebersihannya sebenarnya sudah bisa menghindarkan perkutut dari serangan penyakit. Meskipun demikian, adakalanya perkutut masih juga terserang penyakit. Cadangan dan mencret merupakan contoh penyakit yang kadang-kadang menyerang perkutut.

1.     Cacingan
Perkutut yang terserang cacing menampikkan gejala kurus dan ekor sering digerak-gerakkan (seakan-akan berusaha membuang sesuatu dari kloaka). Kadang-kadang pada kotorannya dijumpai cacing.
Cacing InsaAlloh bisa dibasmi dengan obat cacing untuk burung

2.     Mencret
Kondisi fisik kotoran bisa digunakan untuk mengetahui gangguan penyakit pencernaan. Perkutut yang sehat mengeluarkan ko toran dengan kondisi padat lunak (adakalanya keluarnya kotoran dibarengi dengan keluarnya cairan bening sehingga berkesan seperti mencret, padahal tidak).
Mencret merupakan gangguan pencernaan dengan tanda kotoran sangat lembek berwarna putih atau hijau. Mencret biasanya diikuti dengan menurunnya vitalitas hidup: perkutut terlihat lesu dan nafsu makan berkurang. Jika terlihat gejala seperti ini, air minum perkutut bisa diberi obat B*rdBl*wn. Obat ini akan memulihkan kesehatan perkutut jika mencret yang dideritanya belum parah.

Cara Memelihara Piyik / Anakan Perkutut 

Para peternak perkutut tentulah mempunyai kiat sendiri-sendiri sesuai selera masing-masing dan berdasarkan pengetahuan yang diyakini benar untuk memlihara piyik perkutut, mulai dari telor menetas sampai piyik berumur 5(lima) bulan.

Demikian pula penulis, juga mengeterapkan cara untuk memelihara piyik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki disamping pengalaman yang didapatnya selama lebih dari setahun ini membuat peternakan perkutut secara sederhana.

Artikel :
Cara Ternak Burung Cucak Rowo 
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird 
Cara Ternak Burung Murai Batu


Langkah-I 

Telor-telor perkutut selama ini tetap diberikan kepada Induknya untuk mengeraminya sampai menetas setelah sekitar 14-15 hari. Dalam keadaan tidak normal bisa saja terjadi, telor ditinggalkan induknya setelah dierami hanya beberapa hari, maka telor tersebut akan diusahakan dititipkan Puter untuk melanjutkan mengeraminya.

Setelah telor menetas, maka piyik-piyik tersebut paling tidak selama 7(tujuh)-9(sembilan) hari masih akan tetap bersama induk perkutut untuk diloloh ( diberi makan/minum ) sampai waktunya untuk dipasangkan Ring pada kakinya.

Langkah-II 

Kemudian ada 2(dua) cara yang dilakukan untuk pemeliharaan/membesarkan piyik-piyik tersebut yaitu :


  1. Piyik-piyik tetap diasuh dan dibesarkan induknya sendiri sampai waktunya disapih/dipisahkan setelah piyik berumur sekitar 1.5 bulan atau ketika induknya sudah mulai bertelor lagi.
  2. Piyik-piyik diasuh dan dibesarkan oleh induk Puter. Jika cara ini dilakukan, maka perlu dipilih Puter yang baik dan sehat serta yang sedang mengerami telornya minimal sudah 10 hari lamanya, supaya sudah menghasilkan susu ditemboloknya.
Untuk mempercepat pertumbuhan si piyik, dapat diberikan makanan tambahan berupa Voer atau Dog food, atau kacang kedelai putih yang ditumbuk menjadi agak halus dicampurkan kedalam makanan induknya yang biasanya terdiri dari ; Millet putih, Jawawut atau Millet merah, Ketan hitam, Beras merah, Gabah putih/merah dan juga Jagung beras. Disamping itu juga tambahan Vitamin pada minumannya dan agar diusahakan piyik-piyik mendapatkan sinar matahari pagi selama 2-3 jam per hari.

Langkah-III 

Piyik-piyik yang berumur sekitar 1.5 bulan setelah disapih/dipisahkan dari induknya atau Puter, dimasukkan kedalam kandang sedang ukuran kira-kira 50 x 50 x 80 cm3 yang dapat diisi sebanyak 7-8 piyik perkutut.

Untuk menjaga kesehatan dan mempercepat pertumbuhan, maka piyik-piyik tersebut diberikan Vitamin tambahan yaitu misalnya ; B-plex, minyak ikan, kalsium/kalg juga obat anti cacing ( Combantrin sebesar 1/12 tablet ) dengan cara melolohkannya.

Agar diusahakan piyik-piyik yang dicampur dalam satu kandang mempunyai umur yang tidak jauh berbeda ( misalnya bedanya hanya kira-kira seminggu masih bisa ). Juga agar diusahakan kandang piyik ini dijemur pada sinar matahari pagi selama 2-3 jam per hari.

Pada umur 1.5 – 2.5 bulan ini, piyik-piyik tersebut sudah dapat mulai dipantau suaranya, walaupun masih berupa suara angin, sehingga sudah dapat mulai diadakan seleksi mana piyik yang berprospek dan mana yang biasa-biasa saja.

Pada tahap ini biasanya masih dibantu penghangat lampu dimalam hari, terutama saat udara dingin karena hujan dimusim penghujan atau waktu kelihatannya kurang sehat.

Langkah-IV 

Menjelang piyik berumur sekitar 2.5 bulan biasanya bulu-bulunya mulai rontok untuk ganti bulu, maka sebaiknya mereka dapat ditempatkan di kandang umbaran yang agak luas misalkan ukuran : 100 x 200 x 300 cm3 atau bisa sedikit lebih kecil juga bisa. Dan sebelum diumbar piyik-piyik tersebut sekali lagi diberikan obat anti cacing dan kalau perlu minyak ikan.

Selama 2 – 3 minggu didalam kandang umbaran tersebut, piyik-piyik dengan leluasa terbang kesana-kemari sambil melepaskan bulu-bulu piyiknya ( rontok ) dan badanya menjadi lebih sehat dengan gerakan terbang tersebut.

Langkah-V 

Selepas piyik berumur 3 – 3.5 bulan bertepatan dengan selesainya pergantian bulu, suara anggungannya juga sudah mulai pecah/keras, sehingga dapat diangkat dari kandang umbaran dan dimasukkan ke sangkar soliter untuk selanjutnya dapat mulai dilatih dengan menggantungkan di tiang atau dikerek di tiang gantangan sambil sesekali diikutkan lomba piyik hanging sampai umurnya mencapai 5 bulan selanjutnya piyik-piyik tersebut akan menjadi Perkutut Junior.

Untuk tahapan ini piyik-piyik sudah dibiasakan dimandikan sekali seminggu, biasanya setiap hari Kamis pagi/sore yaitu 2 hari menjelang hari lomba yang biasanya diadakan pada tiap hari Sabtu pagisore untuk kelas piyik. Sambil diberikan jamu-jamuan baik berupa yang sudah jadi yang dapat dibeli di pasar burung misalkan yang bermerek B*m* S*kt* atau P*rik*sit, dll., juga bisa dengan daun-daunan dari tanaman Saga, Katuk, dll. yang dihaluskan dan dijadikan bulat-bulat kecil dengan cara melolohkannya atau air perasannya diminumkan.

Demikian Artikel seputar anakan burung, dimana kudapatkan dari beberapa informasi internet kemudian beberapa kata kurubah atau kutambahkan, jadi bila ada tips trik ini yang kurang tepat mohon di share di kotak komentar di bawah ini, mohon maaf bila ada salah kata dan postingan kali ini mengenai Cara Merawat Piyik Perkutut dan Makanan

Baca Selengkapnya..

Cara Menyuapi Piyik Lovebird dan Tahap Metode

Cara Menyuapi Piyik Lovebird dan Tahap Metode yang cukup penting bagi penangkar Burung Labet. Tidak jarang hobis memelihara burung sejak masih trotolan/kecil atau piyik / anakan. Piyik bisa diperoleh dari penangkar atau peternak, misal piyik cucak rowo, piyik lovebird, piyik murai batu, piyik perkutut, piyik kacer atau piyik kenari. Membeli burung berupa piyik memang lumayan lebih ekonomis, karena harganya cukup murah, namun perawatan yang baik tentulah point penting.

Berbagai macam tujuan peternak melakukan Hand Feeding (HF) terhadap bayi lovebird (biasa disebut piyik), diantaranya sebagai berikut :
  •  Meminimalisir tingkat kematian anakan di usia dini (umur 1-10 hari), karena jika anakan yang menetas lebih dari 2 ekor, kebanyakan tidak bertahan hidup, inipun tergantung pada kemampuan indukan dalam merawat anakannya. Kebanyakan indukan akan kewalahan dalam memberikan makananan anakan, porsi makan akan lebih banyak di habiskan oleh anakan yang lebih besar. Disamping itu juga, dikarenakan jumlah anakan yang banyak, anakan yang kecil akan rawan terinjak-injak oleh saudaranya yang lain yang lebih besar.
  • Ingin agar anakan yang dihasilkan kemudian hari akan mudah dijinakkan, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan manusia serta tidak mudah stress.
  • Ingin agar siklus produksi indukan lebih cepat, dengan cepatnya anakan diangkat dari glodok, indukan akan lebih cepat lagi untuk bertelur kembali.
  • dan lain sebagainya..

Persiapan Meloloh Piyik Lovebird
Umur anakan lovebird yang paling tepat untuk di Hand Feeding (HF) adalah 2 minggu setelah menetas. Biasanya pada umur tersebut mata anakan sudah terbuka dan bulu jarum sudah mulai tumbuh. Anakan lovebird tidak menetas secara bersamaan. Maka berdasarkan urutan menetas, anakan yang paling besar/paling dulu lahir lah yang diangkat terlebih dahulu dari glodok untuk di HF.
Siapkan kotak inkubator dan perlengkapannya (lampu pijar dan sarang) sebelum memindahkan anakan burung dari glodok ke inkubator. Pemindahan anakan burung lovebird sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 08.00 pagi, biasanya anakan sudah mendapatkan asupan makanan dari induk. Setelah dipindahkan ke glodok sebaiknya anakan jangan langsung di Hand Feeding (HF), tunggu beberapa waktu hingga makanan yang ada di tembolok habis (yang telah diberikan induk) dan mereka biasanya masih dalam kondisi kenyang.
Anakan ditempatkan dalam inkubator sesuai dengan ukuran dan umur masing-masing. Jadi sangat perlu untuk menyediakan beberapa sarang di dalam inkubator. Pemilahan anakan berdasarkan ukuran dan umur perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (terinjak oleh anakan yang lebih besar).


 Ada beberapa alasan mengapa anakan tidak di asuh oleh indukannya :
1. Karena sang indukan sudah tidak mau lagi meloloh si anak, hal tersebut bisa dikarenakan beberapa faktor :
- Indukan stress karena glodok (sangkar) terlalu sering di buka oleh sang majikan. ( ini juga tidak berlaku untuk semuah indukan )
- Indukan sudah birahi ( biasanya terpengaruh oleh extra voding makanan dan vitamin sehingga masa birahi lebih cepat ).
2. Untuk mendongkrak produktipitas bila kita angkat piyekannya dan di HF sang induk lebih cepat birahi.

Persiapan dan pelaksanaan HF
Makanan dan perlengkapannya.
Untuk  bahan makanannya  menggunakan voor burung ( fan** ) dan bubur bayi Promina rasa beras merah. Untuk rasa yg lain bisa anda share di kotak komentar dan untuk perlengkapannya menggunakan mangkok kecil (cangkir) dan sendok makan bayi serta siapkan kesabaran kita.
Untuk voor burung sebaiknya di haluskan supaya mudah saat diseduh dengan air panas.
Perbandingan antara voor dan promina 1 : 1 sendok makan bayi dan disesuaikan dengan umur piyekan.
Piyekan umur 1 bulan keatas sebaiknya sudah tidak di campur lagi dengan promina cukup voor saja.





Artikel :
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Ternak Burung Murai Batu
Cara beternak burung kacer
Langkah mudah ternak Perkutut

Langkah / Urutan Meloloh Piyik Lovebird

Perlu dicatat, bahwa urutan berikut di bawah ini bukanlah suatu hal yang baku, jadi Anda dapat melakukannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda dan selama menurut Anda cocok untuk anakan lovebird Anda.

Langkah Pertama
Siapkan beberapa lembar tissue untuk alas anakan yang hendak di Hand Feeding (HF) dan sebagai lap untuk membersihkan sisa-sisa makanan.
 
Langkah Kedua
Buatlah adonan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan makanan HF yang Anda gunakan. Masing-masing merk biasanya memiliki aturan atau petunjuk penggunaan yang hampir sama.

Tempatkan wadah untuk membuat adonan, usahakan jangan membuat adonan terlalu banyak, perkirakan adonan akan habis dalam sekali pakai. Adonan dingin atau sisa sangat tidak dianjurkan diberikan kepada anakan. Gunakan air panas untuk membuat adonan, air termos dapat digunakan untuk mencampur adonan tersebut. Suhu air untuk membuat adonan berkisar 46-48 C. Setelah dicampur dengan bahan makanan dan menjadi adonan siap saji, pastikan suhu berada pada kisaran 38-40 C.

Buatlah adonan dengan encer, dengan perbandingan air dan bahan adonan 2:1, setelah itu dapat diukur kepekatannya dengan menambah air sedikit demi sedikit. Tingkat kekentalan akan semakin bertambah disesuaikan dengan umur dan perkembangan anakan.

 Lakukan Hand Feeding (HF) terhadap anakan yang lebih mudah terlebih dahulu, karena anakan yang lebih mudah cenderung lebih menyukai makanan HF yang hangat.

Langkah Ketiga
Hisap adonan dengan spet/suntikan yang sudah diberi karet pentil pada ujungnya, sebaiknya anda boleh sediakan minimal 2 buah suntikan agar anakan tidak terlalu lama menunggu giliran untuk segera mendapatkan suapan.
Ambil terlebih dulu anakan yang paling kecil, tempatkan pada tisu atau tempat yang telah disediakan, lalu tempelkan suntikan pada paruh anakan, besar kemungkinan anakan yang pertama kali di loloh akan sulit untuk diloloh, hal ini wajar, karena mereka belum ber adaptasi dengan lingkungan dan makanan yang diberikan, perlahan-lahan anakan akan cepat melahap makanan yang kita suapkan, disinilah diperlukan kesabaran.
    Pada saat melakukan HF sebaiknya kepala anakan dipegang agar pada saat di Hand Feeding (HF) kepala tidak bergerak sehingga ujung suntikan bisa tepat pada paruh anakan dan makanan tidak berceceran.
Lakukan Hand Feeding (HF) minimal sekitar 3 jam sekali atau sambil dipantau kondisi tembolok anakan, jika telah kosong segera berikan makanan/HF kembali. Durasi pemberian HF akan semakin panjang jaraknya seiring dengan perkembangan dan usia anakan.

Periode interfal waktu HF yang kemungkinan di gunakan oleh sebagian penangkar / peternak burung labet :
  • Pada minggu pertama setiap 1 jam sekali
  • Untuk minggu kedua setiap 2 jam sekali
  • Lalu minggu ketiga setiap 3 jam sekali
  • Kemudian minggu keempat setiap 4 jam sekali ( sudah tidak perlu promina )
Waktu minggu kelima setiap 4 jam sekali sertakan juga voor yang kering dan tidak di haluskan supaya memancing untuk belajar makan sendiri.
Kemudian di minggu ke 6 piyekan sudah mulai makan sendiri, jangan lupa tambahkan menu makan yang berupa biji-bijian dan jagung.
Di minggu kedelapan sudah tidak perlu lagi di kasih voor cukup jagung dan biji-bijian karena sudah memasuki usia ekonomis.

Metode HF.
Untuk metode HF  ada beberapa cara metode HF :
- Menggunakan Spet ( jarum suntik ) yang sudah di modifikasi  mengganti jarumnya dengan pentil sepeda. Metode ini cukup dirasa perlu mempunyai keahlian khusus sebab pentil sepeda kita masukkan dari mulut sampai ke tembolok piyekan baru kita tekan untuk memasukkan makanannya.
Kelebihan metode ini cukup cepat dalam pemberian makanan. Dan tetap kita perlu berhati-hati.

Lovebird (LB) tumbuh dengan sehat, tidak rentan sakit, badan besar/bongsor dan bulu rapi, dalam umur 5 bulan, LB sudah terlihat birahi.

Berikut ini bahan-bahan nya :
Bahan A
1. Bubur Bayi (Beras Merah, Kacang Hijau) Merk S*N.

Bahan B
1. Kangkung (daunnya saja)
2. Jagung Manis Muda
3. Telur Puyuh (kuningnya saja)

Pengolahan Bahan B :
- Blender Bahan 1, 2, kemudian saring (ambil hasil blender yang halus saja) buang ampasnya.
- Campur hasil blender yang telah halus dengan kuning telur, aduk hingga merata.
- Tim/kukus bahan B.
- Bahan B ini dapat disimpan di lemari pendingin dengan kemasan yang kedap kurang lebih selama 3 hari, pada saat meloloh ambil seperlunya saja.

Penyajian pada saat akan meloloh/HF :

  • Perbandingan pada saat meloloh antara Bahan A dan B adalah 1 : 1 (misal : 1 sendok makan Bahan A dan 1 sendok makan Bahan B.
  • Aduk terlebih dahulu Bahan B dengan air panas (untuk menghilangkan hawa dingin dari lemari pendingin) hingga encer dan merata.
  • Tambahkan Bahan A, aduk hingga rata (tingkat kekentalan tergantung usia anakan/piyik).
  • Tunggu hingga hangat (jangan meloloh dengan suhu yang panas).
  • Penyuapan dapat dilakukan dengan menggunakan sendok kecil, alat suntik (ujungnya diberi pentil sepeda agar lembut).




Demikian artikel ini di buat yang mana aku butuhkan info seputar rawat piyik labet yang aku aku dapat dari internet dan dg sebagian aku utak atik, mohon maaf bila ada yang kurang puas, dan semoga kita semua di beri kesehatan oleh Alloh SWT. Postingan ini mengenai Cara Menyuapi Piyik Lovebird dan Tahap Metode
Baca Selengkapnya..

Mengenal Perbedaan antara Burung Derkuku dan Puter

Mengenal Perbedaan antara Burung Derkuku dan Puter . Derkuku. Burung yang satu ini dikenal di beberapa daerah dengan penyebutan yang berbeda-beda. Secara umum di Indonesia menyebutnya tekukur, untuk orang yang tinggal di pulau Jawa menyebutnya derkuku, sedang di daerah sekitar Jogjakarta dikenal dengan deruk. Masyarakat jiran menyebutnya dengan denak dan dalam bahasa inggris disebut dengan Spotted Dove; Necklace Dove; Pearl-necked Dove; Spotted-necked Dove; Chinese Turtle Dove; Spotted Turtle Dove. Burung yang berukuran panjang sekitar 25-30cm. Paruh berwarna hitam, kepala berbulu coklat kelabu, dibagian leher belakang dihiasi bulu berbintik putih hitam sedang leher depan berbulu coklat kemerahan menyambung sampai ke badan sebelah bawah. Bulu dibagian punggung dan sayap luar dominan berwarna coklat dengan corak hitam ditiap helai bulunya. Bulu dibagian dalam sayap berwarna coklat gelap. Bulu disekitar dubur sampai ke bawah ekor berwarna putih, sedang ekor bagian atas berwarna coklat dan hitam dengan corak putih diujung ekor. Kaki berwarna merah tua ada juga yang merah muda dengan kuku berwarna hitam.

Foto Burung Derkuku liar Hasil di bawah ini aku foto di lokasi tempat tinggal adik aku. D5200 lensa 55-300mm +edit PS.
Mengenal Perbedaan antara Burung Derkuku dan Puter
Jenis burung Derkuku ada Jawa/lokal, Klatan, Sinom dan Putri mandi. Berikut kejelasan masing masing. Derkuku lokal banyak betebaran di desa desa dan berkembang biak secara alami.

Burung tersebut membuat sarang / menyusuh di pohon pohon yang tinggi dan banyak menyukai di pohon kelapa. Suaranya ketika manggung deg kutruu,ku, deg kutruu ku**.

Artikel :
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird
Cara Ternak Burung Cucak Rowo 
Cara Ternak Burung Murai Batu 
Langkah mudah ternak Perkutut

Burung Derkuku  Klatan 

adalah burung yang asalnya dari Negri Malaysia daerah klatan sehingga burung ini di sebut kelantan.
suara akan burung tersebut adalah hampir sama dengan lokal Jawa namun, perbedaannya suaranya ada yang ngangklung, yakni, deg ku trull ku***kuu, atau agak ada suara cedal atau pada L nya.

Burung Derkuku sinom

adalah burung yang awalnya jantan lokal yang sudah di kawin silang sama burung puter betina, sehingga suara akan burung ini menjadi ciamik, panjang dan berirama karena penggabungan suara puter dan derkuku.

saat ini burung yang di konteskan adalah burung silangan derkuku dan puter yang di sebut Sinom, kemudian hasil burung ini bisa bernilai jual tinggi hingga puluhan juta rupiah.

Suara burung begini kira kira, deg kutruu**kuu** deg kutruu** kuu**. dst.

Terakhir Derkuku Putri mandi, burung ini sama dengan lokal namun perbedaanya bulu di lehernya ada yang sebagian warna hijau emas dan begitu pula di sayapnya.
Burung derkuku sifat alaminya di kala akan bertelur pasti akan membuat sarang di atas dahan.

Mengenal Seputar Burung Puter

Keberadaan burung puter selain sebagai pengasuh anak perkutut dan derkuku, juga dapat di kawin silang dengan derkuku yang akan di namai sinom.

Perlu kita ketahui puter banyak ragam jenisnya, ada puter irak, puter lumut, puter pelung, puter jawa dan puter putih

Burung derkuku ketika sedang persiapan bertelur bekerja dengan membuat sarang dengan mengusungi satu demi satu kemudian bawaanya di rajut dengan paruh.

Burung yang membawa calon tempatnya tersebut orang Jawa mengatakan UNJAL.

Unjal terdiri dari rangkaian calon susuh bisa dari jerami, rumput kering, dahan kering dan lain lainnya.

Burung anggungan yang satu ini tak lengkang oleh zaman, meski pasang surut sering terjadi kalangan para komunitasnya.
Burung derkuku lokal yang kini telah di krosing dengan burung anggungan puter sinom dan telah menghasilkan suara empuk serta merdu, sudah pasti banyak di lirik para penghobisnya.
Perawatan ekstra bagus wajib di lakukan, karena perawatan bagus akan berimbas burung suka manggung di kerekan atau di saat burung dalam lapangan kontes yang bersandingan bersama lawannya.

Sebagian kita mungkin memantau di setiap gelaran, ternyata kemngkinan burung derkuku saat di lombakan dengan cuaca cerah dan panas, justru akan menghasilkan suara yang maksimal, bahkan burung derkuku bagi sebagian penghobis mungkin meyakini bahwa cuaca makin panas burung makin ngejos

Beda burung tekukur jantan dan betina

  •  Secara fisik hampir tak ada perbedaan antara burung tekukur jantan dan betina tapi coba lihat pada anusnya, yg betina sedikit lebih panjang daripada jantannya. Sedangkan pada sifatnya, betinapun kadang2 mengeluarkan suara yg sama tapi saat ritual perkawinan seperti burung lainnya, burung tekukur jantan lebih aktif merayu tekukur betinanya.
  • Tekukur dewasa jantan: tubuh lebih gagah/ besar; bintik setengah lingkaran (kalung hitam) tegas dibanding betina; tulang selangka lebih sempit, betina lebar; anggung lebih besar dan berulang.. "Tek, kukurrr... kuk! (kuk bisa satu, dua dan tiga), betina kecil dan sekali.

Jelasnya, tengok duburnya dan hembus berulang, lalu perhatikan duburnya "ngempat-ngempot" efek hembusan. Jantan ada sedikit tonjolan kecil di lubang bagian atasnya.

Catatan: Masih jejaka dan prawan.

Klo sudah kawin: Betina lebih besar karna pernah bertelur... dan paruhnya lebih lebar pada pangkalnya, akibat meloloh (nyuapi anak)

Nilai jual jantan lebih mahal, dibanding betina.

Mengenal seputar Burung Puter
Yang menarik, puter berkalung hitam bahasa gaulnya di penghobis puter bersorban hitam banyak di lirik peternak karena memiliki suara yang panjang dan ngguguk.
Siapa yang tidak tau dengan burung puter. Jenis burung yang satu ini adalah burung yang tidak asing lagi dikalangan para penghobi. Suaranya sangat merdu, karakternya sangat jinak, dan termasuk burung yang paling mudah untuk dikembang biakkan. Harganya pun relatif murah. Warna dasarnya cuman ada dua, yaitu putih polos dan coklat dengan tanda garis setengah lingkaran pada bagian leher atasnya. Suaranya ada yang pendek dan ada juga yang panjang. Ukuran tubuhnya lebih kecil daripada burung merpati.
Burung puter pun bisa disilang dengan burung merpati, Burung puter betina bisa disilang dengan tekukur, dederut, atau pun dengan burung merpati. Hasilnya pun bermacam-macam tergantung dari kondisi indukannya. Perlu kehati hatian dalam menjodohkannya kalau tidak begitu maka bisa jadi gagal.
Sarang tersebut berada di atas kotak atau peti kayu. Itulah kuncinya bahwa dalam kandang besar tersebut ada kotak besar yang di atasnya dipasang sarang. Jika Burung Merpati jantan berusaha mematuk Burung Puter betina sambilnya mengejarnya karena belum jodoh, maka Burung Puter bisa terbang ke atas dan ke samping bawah kotak yang telah disediakan.
Lama lama burung merpati itu mendiami sarang yang telah disediakan dan sayapnya gerak gerak sambil keluar dari mulutnya suara khas memanggil sang betina. Akhirnya Burung Puter mendekat dan dudukdi samping Burung Merpati jantan itu dalam satu sarang. Kemudian keduanya jadi jodohan.

Demikian seputar Derkuku dan Puter dimana informasi ini ingin aku share berdasarkan beberapa info yang aku dapatkan dari internet dan dengan sedikit aku utak atik, namun bagaimanapun Alloh SWT yang menentukan segalanya. Semoga artikel kali ini bisa memberikan tambahan pengetahuan mengenai postingan Mengenal Perbedaan antara Burung Derkuku dan Puter
Baca Selengkapnya..