Laman

Perhatian : para pengunjung di Larang Pencet / klik judul iklan yg bertentangan dengan SYARIAH ISLAM, harap maklum karena pemilik website tidak bisa mengontrol penuh tampilan iklan. .. terimakasih dan anda berkunjung di blogger tentang ternak / penangkaran, semoga kita semua selalu diberi keselamatan dan kesehatan oleh Alloh SWT. amin ya robbal alamin.

Alternatif Tanam Padi dg Teknik Salibu

Alternatif Tanam Padi dg Teknik Salibu tentulah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan para petani dan demi mengejar swasembada pangan dong, untuk itulah aku sendiri ingin berbagi informasi ini untuk aku sendiri dan anda sekalian, karena aku suatu hari ingin juga memiliki lahan padi maka aku berupaya untuk mencari trik ini di dunia maya / website di internet(sebagian aku ketik) dan aku bagikan di blogger ini, berikut ulasannya. Budidaya padi salibu dapat memacu peningkatan produksi padi dengan meningkatkan IP (indekpertanaman). Beberapa keuntungan budidaya salibu diantaranya adalah umurnya relatif lebih pendek, kebutuhan air lebih sedikit, biaya produksi lebih rendah karena penghematan dalam pengolahan tanah,penanaman,penggunaan bibit dan kemurnian genetik lebih terpelihara.
Pertumbuhan tunas-tunas terjadi salah satunya karena adanya perlakuan pemangkasan. Tinggi pemangkasan batang menentukan jumlah mata tunas yang ada untuk pertumbuhan ulang, maka tinggi pangkasan berpengaruh terhadap kemampuan pembentukan tunas salibu.
Budidaya padi salibu adalah salah satu inovasi teknologi untuk memacu produktivitas/ peningkatan produksi.
Teknik tanam padi salibu

Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain;

  1. Tinggi pemotongan batang sisa panen,
  2. Varietas,
  3. Kondisi air tanah setelah panen,dan
  4. Pemupukan.

Padi Salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, tunasakan muncul dari buku yang ada di dalam tanah tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama,tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (ibunya). Padi salibu berbeda dengan padi ratun, ratun adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang. tunas akan muncul pada buku palingatas, suplay hara tetap dari batang lama. Pertumbuhan tunas setelah dipotong sangat dipengaruhi oleh ketersedian air tanah, dan pada saat panen sebaiknya kondisi air tanah dalam keadaan kapasitas lapang.

Untuk mengimbangi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi. salibu perlu pemupukan yang cukup,terutama hara nitrogen. Unsur nitrogen merupakan komponen utama dalam sintesis protein, sehingga sangat dibutuhkan pada fase vegetatif tanaman, khususnya dalam proses pembelahan sel. Tanaman yang cukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua dan lebar, fotosintesis berjalan dengan baik,unsur nitrogena dalah faktor penting untuk produktivitas tanaman.

Budidaya salibu akan meningkatkan indek panen karena tidak lagi melakukan pengolahan tanah,persemaian dan tanam, sehingga rentang waktu produksi lebih pendek. Budidaya ini secara tidak lansung juga dapat menanggulangi keterbatasan varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secara vegetative maka mutu varietas tetap sama dengan tanaman pertama. Budidaya padi salibu akan lebih ekonomis sekitar 45 %dibanding budidaya tanam pindah,hal inilah yang meningkatkan pendapatan petani

Metodologi Pelaksanaan Salibu :

  1. Menjaga Kelembaban Tanah
    Pada kondisi lahan sawah yang terlalu kering, segera setelah padi dipanen lahan digenangi air setinggi ±5 cm selama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dilepas kembali. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan.
  2. Pemberian Pupuk Kandang
    pemotongan batang dan menaburJerami Sebelum melakukan pemotongan batang, pupuk kandang diberikan pada lahan terlebih dahulu dengan kebutuhan 1 ton/ha. Pemotongan dilakukan pada pangkal batang menggunakan mesin potong rumput dengan ketinggian ± 5 cm dari permukaan tanah. Setelah selesai melakukan pemotongan maka semua jerami baik sisa pemanenan ataupun bekas pemotongan batang ditabur mera tadi permukaan lahan. tunggul padi tidak ada yang tertutup oleh tumpukan jerami, kalau itu terjadi maka tunas baru tidak akan tumbuh.
  3. Memupuk Dan Melumpurkan Tanah
    Untuk merangsang pertumbuhan maka kurang lebih dua minggu setelah pemotongan pangkal batang atau setelah sebagian besar tunas muncul ke permukaan maka dilakukan pemupukan pertama dengan cara menaburkan pupuk Urea diantara rumpun padi secara merata sebanyak 150 kg/ ha. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air maka pertahankan kondisi air dipermukaan lahandalam keadaan macak – macak,dimana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup. Untuk melumpurkan tanahdi hamparan persawahan maka dilakukan dengan cara menginjak –injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampai jeraminya terbenam kedalam tanah. Perlakuan menginjak – injak tanah dan jerami tersebut disamping untuk melumpurkan tanah danmempercepat proses pelapukan jerami juga sebagai upaya untuk penyiangan. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha. Pemupukan kedua dilakukan pada tanaman berumur 40 hari, pupuk yang diberikan adalah SP36 125 kg dan KCl diberikan sebanyak 25 kg. Pemupukan KCl dilakukan dengan ½ dosis dari dosis anjuran.
  4. Pengendalian Hama danPenyakit
    Karena tidak ada masa berat antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup berikutnya maka penerapan sistem budidaya padi salibu akan lebih rentan terhadap berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.
  5. Panen dan Pasca Panen
    Panen Penentuan saat panen tanaman pangan bijian merupakan syarat awal mutu yang baik. Pada budidaya padi salibu panen bisa dilakukan pada umur ± 90 hari. Jika terlambat memanen padi, akan mengakibatkan banyak biji yanag tercecer atau busuk sehingga mengurangi produksi. 10 hari menjelang panen sebaiknya sawah dikeringkan, tujuannya adalah untuk menyerempakkan pematanagan gabah

Siklus daur tanam seperti ini bisa dilakukan lebih tiga kali.

Beberapa varietas padi hibrida dan padi tipe baru seperti Hipa , Hipa 4, Hipa 5, Rokan dan Cimelati kemungkinan terbukti mampu menghasilkan ratun dengan baik dimana yang di yakini juga mampu menghasilkan salibu dengan baik. pengamatan budidaya padi salibu kemungkinan berproduksi sama atau lebih tinggi dibanding tanaman induk atau utamanya, kalau di rata-rata umur padi salibu bisa sama atau bahkan lebih pendek dari tanaman induknya.

Luas minimal 25 ha lebih disarankan demi menghalau serangan OPT (Organisme pengganggu tanaman).

Baca juga:
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Ternak Burung Murai Batu 
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird 
Cara Ternak Tledekan Pring Gunung Bakau Lokal Banyuwangi
fafi

Budidaya salibu pada berbagai agroekosistem meliputi sebagai demikian :

Lahan Irigasi
  • pengairan mudah di kendalaikan kelompok swadaya petani
  • setelah pemanenan segera basahi tanah dan sisa tanaman setinggi kurleb 25 cm
  • biarkan selama kurang lebih 7-10 hari atau hingga anakan baru pada keluar tumbuh. apabila tunas yang tumbuh <70% dari populasi maka tidak disarankan dilanjutkan teknik budidaya salibu.
  • jika tunas tumbuh >70% dari seluruh populasi yang ada di ladang sawah anda maka lakukan pemotongan ulang tunggul sisa panen secara seragam dengan alat potong hingga tersisa 3-5 cm dari permukaan tanah. perombakan sisa jerami bekas potongan tunggul padi gunakan dekomposer.

Lahan Tadah Hujan
  • Sebelum tanam tanaman utama dilakukan pengolahan tanah secara sempurna dan penambahan bahan organik sekitar 2-5 ton/ha.
  • Saat panen tanaman utama upayakan kondisi tanah tidaklah terlalu kering, apabila kering maka silahkan lakukan pemberian air segera setelah panen dengan ketinggian sekitar antara 2-5cm untuk mencapai kondisi kapasitas lapang.
  • Sisa pemotongan panen tanaman utama sebaiknya diletakkan disekitar tanaman atau sebagai penutup permukaan tanah untuk mempertahankan kelembaban tanah.
  • Tunggul sisa panen dibiarkan selama 7-10 hari setelah panen atau hingga keluar anakan baru. apabila tunas yang tumbuh <70% dari populasi maka tidak disarankan dilanjutkan teknik budidaya salibu.
  • jika tunas tumbuh >70% dari seluruh populasi yang ada di ladang sawah anda maka lakukan pemotongan ulang tunggul sisa panen secara seragam dengan alat potong hingga tersisa 3-5 cm dari permukaan tanah. perombakan sisa jerami bekas potongan tunggul padi gunakan dekomposer.
Lahan Pasang Surut
  • Teknologi budidaya padi salibu di lahan pasang surut tentulah lebihbaik atau bahkan harus dilakukan kajian dan sebaiknya dipilih lokasi atau tempat-tempat yang memiliki tipe luapan A ke B yang tidak tergenangi ketika air pasang.
  • Sistem budidaya padi sistem ratun di lahan pasang surut selama ini banyak dilakukan pada musim tanam periode Oktober- Maret. dan diasumsikan behwa sistem budidaya salibu juga dapat dilakukan.
  • Tunggul sisa panen dibiarkan selama 7-10 hari setelah panen atau hingga keluar anakan baru. apabila tunas yang tumbuh <70% dari populasi maka tidak disarankan dilanjutkan teknik budidaya salibu.
  • jika tunas tumbuh >70% dari seluruh populasi yang ada di ladang sawah anda maka lakukan pemotongan ulang tunggul sisa panen secara seragam dengan alat potong hingga tersisa 3-5 cm dari permukaan tanah. perombakan sisa jerami bekas potongan tunggul padi gunakan dekomposer.
Berikut gambar yang aku ambil di internet yang mungkin bisa membantu kita dalam perhitungan managemen yang bersarea sekitar luar jawa :
perhitungan teknik padi salibu
perhitungan teknik padi salibu


Dengan demikian tentulah teknik salibu patut untuk menjadi pertimbangan dalam pengembangan usaha pertanian di era upaya swasembada pangan Indonesia.

Terikasih aku ucapkan kepada bapak Sudarsono atas bincang-bincang ringan seputar menanam padi sehingga aku mencoba mencari informasi ini di internet sehingga menambah wawasan aku.
Mohon maaf kepada para pembaca website ini bila ada salah kata dan salah tindakan karena sebagian teks diatas aku ketik dengan tangan dan juga penataan tata letak teks. Jadi bila ada sesuatu yang janggal dan salah dalam hal apapun silahkan ketik di komentar sebagai masukan dari aku. Ulasan diatas seputar Alternatif Tanam Padi dg Teknik Salibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar