Halaman

Perhatian : para pengunjung di Larang Pencet / klik judul iklan yg bertentangan dengan SYARIAH ISLAM, harap maklum karena pemilik website tidak bisa mengontrol penuh tampilan iklan. .. terimakasih dan anda berkunjung di blogger tentang ternak / penangkaran, semoga kita semua selalu diberi keselamatan dan kesehatan oleh Alloh SWT. amin ya robbal alamin.

Cara Menyuapi Piyik Lovebird dan Tahap Metode

Cara Menyuapi Piyik Lovebird dan Tahap Metode yang cukup penting bagi penangkar Burung Labet. Tidak jarang hobis memelihara burung sejak masih trotolan/kecil atau piyik / anakan. Piyik bisa diperoleh dari penangkar atau peternak, misal piyik cucak rowo, piyik lovebird, piyik murai batu, piyik perkutut, piyik kacer atau piyik kenari. Membeli burung berupa piyik memang lumayan lebih ekonomis, karena harganya cukup murah, namun perawatan yang baik tentulah point penting.

Berbagai macam tujuan peternak melakukan Hand Feeding (HF) terhadap bayi lovebird (biasa disebut piyik), diantaranya sebagai berikut :
  •  Meminimalisir tingkat kematian anakan di usia dini (umur 1-10 hari), karena jika anakan yang menetas lebih dari 2 ekor, kebanyakan tidak bertahan hidup, inipun tergantung pada kemampuan indukan dalam merawat anakannya. Kebanyakan indukan akan kewalahan dalam memberikan makananan anakan, porsi makan akan lebih banyak di habiskan oleh anakan yang lebih besar. Disamping itu juga, dikarenakan jumlah anakan yang banyak, anakan yang kecil akan rawan terinjak-injak oleh saudaranya yang lain yang lebih besar.
  • Ingin agar anakan yang dihasilkan kemudian hari akan mudah dijinakkan, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan manusia serta tidak mudah stress.
  • Ingin agar siklus produksi indukan lebih cepat, dengan cepatnya anakan diangkat dari glodok, indukan akan lebih cepat lagi untuk bertelur kembali.
  • dan lain sebagainya..

Persiapan Meloloh Piyik Lovebird
Umur anakan lovebird yang paling tepat untuk di Hand Feeding (HF) adalah 2 minggu setelah menetas. Biasanya pada umur tersebut mata anakan sudah terbuka dan bulu jarum sudah mulai tumbuh. Anakan lovebird tidak menetas secara bersamaan. Maka berdasarkan urutan menetas, anakan yang paling besar/paling dulu lahir lah yang diangkat terlebih dahulu dari glodok untuk di HF.
Siapkan kotak inkubator dan perlengkapannya (lampu pijar dan sarang) sebelum memindahkan anakan burung dari glodok ke inkubator. Pemindahan anakan burung lovebird sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 08.00 pagi, biasanya anakan sudah mendapatkan asupan makanan dari induk. Setelah dipindahkan ke glodok sebaiknya anakan jangan langsung di Hand Feeding (HF), tunggu beberapa waktu hingga makanan yang ada di tembolok habis (yang telah diberikan induk) dan mereka biasanya masih dalam kondisi kenyang.
Anakan ditempatkan dalam inkubator sesuai dengan ukuran dan umur masing-masing. Jadi sangat perlu untuk menyediakan beberapa sarang di dalam inkubator. Pemilahan anakan berdasarkan ukuran dan umur perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (terinjak oleh anakan yang lebih besar).


 Ada beberapa alasan mengapa anakan tidak di asuh oleh indukannya :
1. Karena sang indukan sudah tidak mau lagi meloloh si anak, hal tersebut bisa dikarenakan beberapa faktor :
- Indukan stress karena glodok (sangkar) terlalu sering di buka oleh sang majikan. ( ini juga tidak berlaku untuk semuah indukan )
- Indukan sudah birahi ( biasanya terpengaruh oleh extra voding makanan dan vitamin sehingga masa birahi lebih cepat ).
2. Untuk mendongkrak produktipitas bila kita angkat piyekannya dan di HF sang induk lebih cepat birahi.

Persiapan dan pelaksanaan HF
Makanan dan perlengkapannya.
Untuk  bahan makanannya  menggunakan voor burung ( fan** ) dan bubur bayi Promina rasa beras merah. Untuk rasa yg lain bisa anda share di kotak komentar dan untuk perlengkapannya menggunakan mangkok kecil (cangkir) dan sendok makan bayi serta siapkan kesabaran kita.
Untuk voor burung sebaiknya di haluskan supaya mudah saat diseduh dengan air panas.
Perbandingan antara voor dan promina 1 : 1 sendok makan bayi dan disesuaikan dengan umur piyekan.
Piyekan umur 1 bulan keatas sebaiknya sudah tidak di campur lagi dengan promina cukup voor saja.





Artikel :
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Ternak Burung Murai Batu
Cara beternak burung kacer
Langkah mudah ternak Perkutut

Langkah / Urutan Meloloh Piyik Lovebird

Perlu dicatat, bahwa urutan berikut di bawah ini bukanlah suatu hal yang baku, jadi Anda dapat melakukannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda dan selama menurut Anda cocok untuk anakan lovebird Anda.

Langkah Pertama
Siapkan beberapa lembar tissue untuk alas anakan yang hendak di Hand Feeding (HF) dan sebagai lap untuk membersihkan sisa-sisa makanan.
 
Langkah Kedua
Buatlah adonan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan makanan HF yang Anda gunakan. Masing-masing merk biasanya memiliki aturan atau petunjuk penggunaan yang hampir sama.

Tempatkan wadah untuk membuat adonan, usahakan jangan membuat adonan terlalu banyak, perkirakan adonan akan habis dalam sekali pakai. Adonan dingin atau sisa sangat tidak dianjurkan diberikan kepada anakan. Gunakan air panas untuk membuat adonan, air termos dapat digunakan untuk mencampur adonan tersebut. Suhu air untuk membuat adonan berkisar 46-48 C. Setelah dicampur dengan bahan makanan dan menjadi adonan siap saji, pastikan suhu berada pada kisaran 38-40 C.

Buatlah adonan dengan encer, dengan perbandingan air dan bahan adonan 2:1, setelah itu dapat diukur kepekatannya dengan menambah air sedikit demi sedikit. Tingkat kekentalan akan semakin bertambah disesuaikan dengan umur dan perkembangan anakan.

 Lakukan Hand Feeding (HF) terhadap anakan yang lebih mudah terlebih dahulu, karena anakan yang lebih mudah cenderung lebih menyukai makanan HF yang hangat.

Langkah Ketiga
Hisap adonan dengan spet/suntikan yang sudah diberi karet pentil pada ujungnya, sebaiknya anda boleh sediakan minimal 2 buah suntikan agar anakan tidak terlalu lama menunggu giliran untuk segera mendapatkan suapan.
Ambil terlebih dulu anakan yang paling kecil, tempatkan pada tisu atau tempat yang telah disediakan, lalu tempelkan suntikan pada paruh anakan, besar kemungkinan anakan yang pertama kali di loloh akan sulit untuk diloloh, hal ini wajar, karena mereka belum ber adaptasi dengan lingkungan dan makanan yang diberikan, perlahan-lahan anakan akan cepat melahap makanan yang kita suapkan, disinilah diperlukan kesabaran.
    Pada saat melakukan HF sebaiknya kepala anakan dipegang agar pada saat di Hand Feeding (HF) kepala tidak bergerak sehingga ujung suntikan bisa tepat pada paruh anakan dan makanan tidak berceceran.
Lakukan Hand Feeding (HF) minimal sekitar 3 jam sekali atau sambil dipantau kondisi tembolok anakan, jika telah kosong segera berikan makanan/HF kembali. Durasi pemberian HF akan semakin panjang jaraknya seiring dengan perkembangan dan usia anakan.

Periode interfal waktu HF yang kemungkinan di gunakan oleh sebagian penangkar / peternak burung labet :
  • Pada minggu pertama setiap 1 jam sekali
  • Untuk minggu kedua setiap 2 jam sekali
  • Lalu minggu ketiga setiap 3 jam sekali
  • Kemudian minggu keempat setiap 4 jam sekali ( sudah tidak perlu promina )
Waktu minggu kelima setiap 4 jam sekali sertakan juga voor yang kering dan tidak di haluskan supaya memancing untuk belajar makan sendiri.
Kemudian di minggu ke 6 piyekan sudah mulai makan sendiri, jangan lupa tambahkan menu makan yang berupa biji-bijian dan jagung.
Di minggu kedelapan sudah tidak perlu lagi di kasih voor cukup jagung dan biji-bijian karena sudah memasuki usia ekonomis.

Metode HF.
Untuk metode HF  ada beberapa cara metode HF :
- Menggunakan Spet ( jarum suntik ) yang sudah di modifikasi  mengganti jarumnya dengan pentil sepeda. Metode ini cukup dirasa perlu mempunyai keahlian khusus sebab pentil sepeda kita masukkan dari mulut sampai ke tembolok piyekan baru kita tekan untuk memasukkan makanannya.
Kelebihan metode ini cukup cepat dalam pemberian makanan. Dan tetap kita perlu berhati-hati.

Lovebird (LB) tumbuh dengan sehat, tidak rentan sakit, badan besar/bongsor dan bulu rapi, dalam umur 5 bulan, LB sudah terlihat birahi.

Berikut ini bahan-bahan nya :
Bahan A
1. Bubur Bayi (Beras Merah, Kacang Hijau) Merk S*N.

Bahan B
1. Kangkung (daunnya saja)
2. Jagung Manis Muda
3. Telur Puyuh (kuningnya saja)

Pengolahan Bahan B :
- Blender Bahan 1, 2, kemudian saring (ambil hasil blender yang halus saja) buang ampasnya.
- Campur hasil blender yang telah halus dengan kuning telur, aduk hingga merata.
- Tim/kukus bahan B.
- Bahan B ini dapat disimpan di lemari pendingin dengan kemasan yang kedap kurang lebih selama 3 hari, pada saat meloloh ambil seperlunya saja.

Penyajian pada saat akan meloloh/HF :

  • Perbandingan pada saat meloloh antara Bahan A dan B adalah 1 : 1 (misal : 1 sendok makan Bahan A dan 1 sendok makan Bahan B.
  • Aduk terlebih dahulu Bahan B dengan air panas (untuk menghilangkan hawa dingin dari lemari pendingin) hingga encer dan merata.
  • Tambahkan Bahan A, aduk hingga rata (tingkat kekentalan tergantung usia anakan/piyik).
  • Tunggu hingga hangat (jangan meloloh dengan suhu yang panas).
  • Penyuapan dapat dilakukan dengan menggunakan sendok kecil, alat suntik (ujungnya diberi pentil sepeda agar lembut).




Demikian artikel ini di buat yang mana aku butuhkan info seputar rawat piyik labet yang aku aku dapat dari internet dan dg sebagian aku utak atik, mohon maaf bila ada yang kurang puas, dan semoga kita semua di beri kesehatan oleh Alloh SWT. Postingan ini mengenai Cara Menyuapi Piyik Lovebird dan Tahap Metode

2 komentar:

  1. anakan/piyek lovebird umur 2 hari stelah mnetas, apakah sudah bisa di HF gan..?? karena di bawah umur 1 minggu sangat rawan kematian karena terinjak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq pemula mas @M.arifin ilham .
      HF itu hand feeding / hand rearing (HR) y?

      kalau penangkar asal gresik namanya pak faruk sepertinya pernah merawat piyik di HR , tapi aku tidak tau pasti umur pengangkatan. kalau aku mencoba ternak lovebird dan selama ini sepertinya Alhamdulillah aman-aman saja. teknik yg beliau gunakan kye pke spet / suntik ujung pentil.

      Hapus