Laman

Perhatian : para pengunjung di Larang Pencet / klik judul iklan yg bertentangan dengan SYARIAH ISLAM, harap maklum karena pemilik website tidak bisa mengontrol penuh tampilan iklan. .. terimakasih dan anda berkunjung di blogger tentang ternak / penangkaran, semoga kita semua selalu diberi keselamatan dan kesehatan oleh Alloh SWT. amin ya robbal alamin.

Membesarkan Piyik Perkutut dg Induknya dan Puter

Membesarkan Piyik Perkutut dg Induknya dan Puter | Asuh Trotolan atau Anakan oleh Burung Lain dan dengan Induknya sendiri. Banyak cara yang dilakukan peternak perkutut guna mempercepat produksivitas ternak perkututnya, salah satu cara yang umum dilakukan yaitu dengan jalan memanfaatkan puter sebagai pengasuh/baby sitter, yang mana diketahui bahwa burung puter mau memberi makan/meloloh piyik perkutut yang notabene bukan anaknya sendiri. Pasangan induk puter akan memberi makan hingga piyik perkutut siap untuk dipisahkan

Piyik Perkutut milik Penangkar asal Gresik lokasi Lamongan
piyik perkutut milik penangkar asal Gresik, lokasi foto di Lamongan

Menggunakan induk Puter

Kita tentulah bisa menggunakan beberapa Puter untuk membesarkan piyik perkutut, biasanya piyik perkutut yang berumur 7-9 hari adalah saatnya dipasang ring pada salah satu atau kedua kakinya setelah diambil/dipisahkan dari induk Perkututnya.

Hal ini dilakukan agar induk Perkutut tidak dibebani untuk membesarkan/merawat anak-anak piyiknya, disamping tujuan utamanya agar si induk perkutut dalam waktu yang tidak terlalu lama ( biasanya sekitar 10 hari ) sudah bisa bertelor kembali. Dengan demikian siklus bertelor dan menetaskan anak piyiknya hanya membutuhkan sekitar 28 - 34 hari ( biasanya rata-rata 30 hari ) saja yaitu :
·        Mengerami telor                                  : 14 – 15  hari
·        Membesarkan anak                             :  7 – 9 hari
·        Proses perkawinan/bertelor lagi            :  7 – 10  hari
Berarti akan dapat mempercepat atau menambah produksinya per tahun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan kurang menguntungkan antara lain :
  • Perlu dipilih induk Puter yang sehat dan mempunyai sifat ke ibu an, sehingga dapat membesarkan dan merawat piyik perkutut dengan baik sampai pada waktunya untuk dipisahkan setelah berumur sekitar 35 – 40 hari ketika piyik-piyik tersebut sudah bisa makan sendiri.
  • Bila induk Puter tidak sehat, akan menular kepada piyik-piyik tersebut dan bila induk Puter kurang bisa merawat piyik-piyik dengan baik, akibatnya kebutuhan makanannya kurang diberikan dengan baik yang akan mengganggu pertumbuhan piyik-piyik tersebut. Apalagi kalau sampai tidak diberikan makan sama sekali pada waktu piyik masih berumur dibawah sebulan, maka piyik-piyik tersebut harus dibantu dengan diloloh oleh orang.
  • Demikian pula kandang indukan Puter yang relatif kecil dan sempit, sehingga piyik-piyik tersebut pada waktu berumur diatas 12 hari mulai belajar terbang sampai betul-betul bisa terbang kesana-kemari, tidak dapat dilakukan dengan sempurna dan akan berakibat tubuhnya kurang mendapatkan latihan yang juga dapat mempengaruhi “ power “ suaranya kurang keras.

Tetap bersama induk Perkutut

Pada waktu piyik-piyik perkutut berumur 7-9 hari setelah menetas, adalah saat yang tepat untuk memasang ring di salah satu atau kedua kakinya dan kemudian piyik-piyik tersebut dikembalikan lagi ke sarang induk Perkututnya.

Tugas membesarkan dan merawat sampai piyik-piyik berumur 35 – 40 hari saatnya dipisahkan dari induknya tetap dilakukan oleh induk Perkutut sendiri. Beberapa hal yang kurang menguntungkan antara lain :
  • Si induk memerlukan waktu membesarkan dan merawat piyik-piyiknya lebih lama sampai waktunya bertelor kembali yaitu sekitar 56 – 65 hari ketimbang menggunakan Puter yang hanya sekitar 30 hari saja, hal tersebut dapat dijelaskan sbb. :
-   Mengerami telornya                :  14 – 15 hari
-   Membesarkan anak piyiknya  :  35 – 40 hari
-   Proses perkawinan                  :    7 – 10 hari
Mungkin pernah terjadi ketika anak piyiknya masih berumur sebulan, si induk sudah mulai bercumbu alias birahi dan siap bertelor, maka yang perlu diperhatikan agar secepatnya si anak piyik diambil/dipisahkan dari induknya sebelum dihajar atau setidaknya dipatoki oleh induknya.
  • Karena waktu membesarkan dan merawat anak piyiknya lebih lama, maka kedua induknya mempunyai beban yang lebih berat dan juga proses produksi serta siklus bertelornya menjadi lama ( kurang produktif, kecuali memang ada yang sengaja menunda produktivitasnya ). Perlu diperhatikan dengan memberikannya tambahan makanan berupa vitamin seperti Vit-E, minyak ikan, B-Pleks, dan lain-lain.
Bagi pertumbuhan si piyik sebaliknya sangat menguntungkan, karena selain mendapatkan makanan langsung dari induknya yang pas dan sesuai dengan kebutuhannya, selama berada dibawah asuhan induknya sejak mulai bisa terbang dapat melakukan gerakan terbang kesana-kemari yang membuat tubuhnya sehat dan kokoh serta mentalnya lebih kuat. Yang juga perlu diperhatikan ketika saatnya mulai belajar terbang sekitar berumur 10 – 12 hari adalah saat kritis, sebab belum bisa terbang kembali keatas sarangnya terutama pada musin penghujan, maka setiap sore hari perlu diadakan pengecekan dan kalau ternyata berada dibawah/lantai, harus segera ditolong dan diambil serta diletakkan ke sarangnya kembali. Sebab bila tidak dilakukan akan bisa mati kedinginan atau dikerubung semut-semut dilantai.

Demikian beberapa hal yang cukup penting kita ketahui, dan tulisan artikel diatas
kudapat dari beberapa informasi di internet dan sedikit aku rubah dan mohon maaf bila ada yang salah pada postingan diatas mengenai hal berupa Membesarkan Piyik Perkutut dg Induknya dan Puter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar